<p><strong>DALUNG (23/12/2025)</strong> - Pecalang turut hadir dalam pengamanan Piodalan di Pura Pedamaran Banjar Dukuh pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (9/12), yang berlangsung di Balai Banjar Dukuh. Lima pecalang yang seluruhnya merupakan warga asli Banjar Dukuh bertugas menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran upacara. Meskipun secara tradisional pecalang berfokus pada pengamanan kegiatan keagamaan, peran mereka kini berkembang lebih luas, termasuk membantu menangani berbagai persoalan sosial seperti kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, hingga potensi konflik di lingkungan desa adat.</p> <p>Diwawancarai setelah kegiatan Pak Alit yang merupakan salah satu Pecalang memberikan tanggapannya, ia mengatakan bahwa dirinya sudah sejak lama menjadi bagian dari keanggotaan pecalang. Pecalang merupakan salah satu lembaga adat yang khas dalam struktur masyarakat Bali, termasuk di Desa Dalung. <em><strong>“Pecalang mempunyai fungsi dalam pengamanan di desa adat yang bertanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran  pelaksanaan kegiatan adat maupun kemasyarakatan,” </strong></em>ujarnya.</p> <p>Ditambahkan oleh Pak Edo yang juga merupakan bagian dari Pecalang,  peran pecalang sangat penting dalam berlangsungnya upacara keagamaan dan kegiatan adat berskala besar seperti Ngaben, Piodalan, dan lainnya. <em><strong>“Saya dan yang lain bertugas menjaga jalannya acara, mengatur arus lalu lintas, serta memastikan bahwa kegiatan adat berlangsung sesuai dengan awig-awig dan tata tertib,”</strong></em> tutupnya.</p> <p>Dengan peran yang begitu strategis, keberadaan pecalang diharapkan semakin memperkuat rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga, sehingga setiap pelaksanaan upacara dan kegiatan adat dapat berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat.</p> <p> </p> <p><strong>(KIMDLG-008).</strong></p>
Pecalang Ikut Ambil Peran dalam Pengamanan Piodalan di Pura Pedamaran Banjar Dukuh
23 Dec 2025